Ads 468x60px

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google
Thursday, February 3, 2011

0
AS Mesti Hentikan Bantuan Militer ke Mesir

New York (ANTARA News) - Amerika Serikat sebaiknya memotong bantuan militer yang diberikannya dalam jumlah besar ke Mesir bila kekerasan yang menargetkan demonstran antipemerintah terus terjadi, demikian  organisasi Human Rights Watch, Rabu.

Washington yang sudah meminta dikendalikannya situasi di Mesir pascademonstrasi antipemerintah selama lebih dari satu minggu, menyesalkan kekerasan terhadap "demonstran damai", sementara Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan serangan itu "tidak dapat diterima."

Setidaknya tiga orang tewas dan ratusan terbunuh, kata sumber Mesir.

"Tentara keamanan Mesir gagal melindungi mereka yang berkumpul dengan damai di Lapangan Tahrir di Kairo pada 2 Februari dari provokator propemerintah dengan senjata bom buatan, tongkat dan cambuk," kata organisasi berbasis di New York itu dalam suatu pernyataannya.

"AS dan Uni Eropa sebaiknya mengatakan kepada Presiden Hosni Mubarak dan komandan militer Mesir bahwa tindakan militer pada 2 Februari menciptakan keraguan serius tentang keinginannya untuk melindungi demonstran prodemokrasi dari serangan dan bahwa kegagalan mereka untuk menegakkan hak asasi manusia akan menghasilkan penangguhan segera semua bantuan militer."

Mesir, sekutu penting AS di kawasan Timur Tengah menerima sekitar 1,5 miliar dolar AS untuk bantuan militer dari Washington setiap tahun.

Sejak permulaan malam hingga tengah malam, massa pendukung rezim dan lawannya saling melempar batu dan berkelahi menggunakan tongkat dan saling tinju di Lapangan Tahrir Kairo yang menjadi pusat protes menggoyang rezim Mesir dan menebarkan gelombang panik ke negara-negara Arab.

Tindak kekerasan lanjutan terjadi di ibukota Mesir itu pada Kamis pagi yang bertepatan denga hari kesepuluh demonstrasi dengan saksi mengatakan setidaknya dua orang tewas karena tembakan senjata api yang ditujukan kepada demonstran anti-rezim di Lapangan Tahris.  Banyak lainnya yang terluka.

Lembaga pengawasa HAM ini juga mengkritik pemerintah Palestina atas kekerasan yang dilakukan kepada demonstran di Ramallah yang mengekspresikan simpati mereka kepada rakyat Mesir.

Polisi memukul dan menahan demonstran dan juga dua wartawan dan satu orang staf HRW.

"Pihak Otoritas Palestina seharusnya segera menjelaskan bahwa latihan tentara keamanan untuk "pembangunan negaranya" tidak termasuk memukuli peserta demonstrasi damai," kata Direktur HRW wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara Sarah Leah Whitson.

"Otoritas Palestina sebaiknya mengambil tindakan dengan mencari polisi yang bertanggungjawab atau AS dan UE sebaiknya mencari cara lain untuk menggunakan uang para pembayar pajak mereka."

0
Lagu Gayus

Lagu 'Andai Aku Gayus Tambunan' Cerita Dibalik Jeruji

Lagu ‘Andai Aku Gayus Tambunan’ bercerita tentang kisah nyata Bona ketika mendekam di terali besi sejak 11 Maret 2010 hingga 5 Januari 2011. Dalam lagu ini, ia menyindir perlakuan hukum terhadap terdakwa mafia pajak Gayus Tambunan, yang bisa pelesiran...

Lagu ‘Andai Aku Gayus Tambunan’ bercerita tentang kisah nyata Bona ketika mendekam di terali besi sejak 11 Maret 2010 hingga 5 Januari 2011. Dalam lagu ini, ia menyindir perlakuan hukum terhadap terdakwa mafia pajak Gayus Tambunan, yang bisa pelesiran ke Bali dan luar negeri, mestinya ia mendekam dalam penjara. Dibalik kisah nyatanya yang ia tuangkan dalam lirik lagu justru Bona Paputungan, penyanyi dan pencipta lagu berjudul ‘Andai Aku Gayus Tambunan’, mendapat teror dari orang tak dikenal yang mengaku anggota Densus 88. Ancaman itu disampaikan lewat telepon seluler Bona, mantan narapidana kasus kekerasan rumah tangga, yang mengunggah lagunya ke YouTube pada 14 Januari lalu.
Selain di dunia maya, lagu yang klip videonya dibuat di Lembaga Pemasyarakatan kelas II-A Kota Gorontalo itu juga banyak tersebar lewat telepon seluler warga. Siapa sebenarnya pencipta lagu Andai Aku Gayus Tambunan yang kini lagi marak di You Tube? Penciptanya, Bona Paputungan, 32 tahun ini adalah seorang eks narapidana di lembaga pemasyarakatan kelas II A di Kota Gorontalo.
Selama meringkuk diterali besi sejak 11 Maret 2010 lalu, ia mengaku mendapat perlakuan kasar dari sipir dalam penjara. Wajahnya babak belur akibat dihantam bogem mentah dan pentungan salah seorang petugas. Belum lagi ia harus menjalani ”ritual” hukuman dari sesama penghuni penjara. Berbeda dengan tahanan yang terjerat kasus pidana korupsi, perlakuan mereka lebih baik dari tahanan lainnya. Kondisi Bona yang babak belur di jeruji itu dituangkan dalam bait-bait lagu. Salah satu yang menarik adalah berjudul ” Kisah aku dan Gayus Tambunan” yang kemudian diganti menjadi Andai Aku Gayus Tambunan.
Lagu itu lebih menceritakan kisah hidupnya sebagai orang yang lemah tak punya apa-apa, lalu mendapat siksa di penjara. Sementara para koruptor yang dipenjara seperti Gayus Tambunan bisa berbuat apa saja hingga bebas keluar masuk dalam penjara dan plesiran ke luar negeri. Plesiran Gayus Tambunan, terdakwa mafia pajak ke Bali dan sejumlah tempat ke luar negeri menurutnya merupakan bobroknya aparat hukum di Indonesia.
Selain lagu tentang dirinya dan Gayus Tambunan, Bona juga membuat lagu dengan judul ” Markus” atau makelar kasus. Album itu berisi sepuluh lagu di antaranya, Markus, Maafkan Aku Istriku, Cobaan Hidup, Demi Kehidupan, dan Andai Aku Jadi Gayus.


0
Mesir Berdarah, Rezim Mubarak Dipaksa Bubar

Mesir Berdarah, Rezim Mubarak Dipaksa Bubar



RMOL.Rezim Hosnu Mubarak yang zalim jadi alasan utama demonstran melancarkan revolusi jalanan. Gerakan massa di Kairo juga mirip aksi di Tunisia yang sukses menggulingkan presidennya. Kairo bakal berdarah-darah layaknya Tunisia.
Unjuk rasa besar-besaran mulai Selasa (25/1) sampai Rabu (26/1) dilakukan serempak di se­jum­lah kota di Mesir. Pihak ke­ama­nan kelelahan dan kewalahan ber­jibaku dalam demonstrasi ter­besar Mesir beberapa tahun ter­akhir. Kemarahan rakyat bisa di­mengerti karena rezim otoriter Pre­siden Hosni Mubarak tidak mam­pu menyelesaikan krisis eko­nomi yang berkepanjangan.
Dalam demonstrasi kemarin, sedikitnya dua demonstran dan seorang polisi tewas setelah ter­­li­bat baku hantam. “Turun­kan Hos­ni Mubarak, turunkan sang tiran. Ka­­­mi tidak mengi­nginkan eng­kau!” teriak para de­monstran di Kairo, ibukota Mesir.
Demonstrasi massal di Mesir itu terinspirasi oleh gerakan mas­sa di Tunisia beberapa pekan se­belumnya. Didera masalah se­rupa, yaitu mahalnya harga ke­bu­tuhan pokok dan tingginya ting­kat pengangguran, rakyat Tunisia berhasil membuat presiden yang telah berkuasa selama 23 tahun, Zine Ben Ali, jatuh dan kabur keluar negeri pada 14 Januari.
Ketidakpuasan atas lamban­nya pemerintahan Mubarak meng­atasi krisis ekonomi mem­buat se­bagian kalangan di Mesir ma­rah. Mereka juga tidak tahan di­tekan rezim Mubarak, yang di­anggap selalu bertindak se­we­nang-we­nang dan otoriter.
Para demonstran kom­pak me­nyebut aksi Selasa ke­marin sebagai hari “revolusi atas pe­nyiksaan, kemiskinan, korupsi, dan pe­ngangguran.” Belum ada ke­pastian apakah demonstrasi akan terus berlanjut. Tapi meru­juk pada eskalasi kerusuhan di Tunisia, Kairo dan kota lainnya di Mesir terancam lebih “ber­darah-darah”.
“Ini merupakan kali pertama saya ikut unjuk rasa. Kami sudah menjadi bangsa penakut, namun akhirnya kami berani menga­takan tidak,” kata Ismail Syed, seorang pekerja hotel yang hanya mendapat upah sekitar 50 dolar AS per bulan atau tidak sampai Rp 500 ribu.
“Kami ingin perubahan, sama seperti di Tunisia,” kata Lamia Rayan.
Sementara itu, pemerintah menyesalkan sikap anarkis para pengunjuk rasa sehingga terjadi bentrokan. “Ada yang sampai melempar batu ke polisi dan yang lainnya berbuat rusuh dan meru­sak properti negara,” demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri. Karena itulah, menu­rutnya, pemerintah harus meng­ambil tindakan keras.
Hampir setengah dari total populasi Mesir yang berjumlah 80 juta jiwa hidup di bawah atau sedikit di atas garis kemiskinan, yang menurut standar PBB ada­lah 2 dolar AS per hari. Meluas­nya kemiskinan, tingginya ting­kat pengangguran dan inflasi harga pangan menjadi tantangan besar bagi rezim Mubarak.
Selain itu, Mesir juga meng­alami ketegangan antara kaum Muslim dengan Kristen Koptik.
Mubarak telah memerintah Mesir sejak 1981 dan kini sudah berusia 82 tahun. Namun, dia be­lum menentukan sikap apakah akan kembali mencalonkan diri se­bagai presiden untuk enam ta­hun berikut atau memilih pensiun.
Menyusul aksi demo yang melanda Mesir, putra Presiden Mesir Hosni Mubarak, Gamal Mubarak, pergi meninggalkan negeri itu beserta keluarganya. Gamal bersama istri dan anak perempuannya bertolak menuju London, Inggris.
Menurut situs berbahasa Arab yang berbasis di AS, Akhbar al-Arab, pesawat yang mengangkut Gamal dan keluarganya bertolak dari sebuah bandara di Kairo barat pada Selasa, 25 Januari waktu se­tempat. Demikian se­perti di­lansir media The Times of India, Rabu 

0
Mesir Berdarah

Mesir Berdarah (Video)
Written by Administrator   
Sunday, 30 January 2011 16:11
Ini adalah rekaman video saat salah seorang demonstran ditembak polisi anti huru-hara.
Tidak diketahui apakah korban penembakan tersebut tewas.
Namun  telah jatuh ratusan korban tewas akibat peristiwa demonstrasi berdarah yang berniat melakukanrevolusi menggulingkan presiden Husni Mubarak dari kekuasaannya.
Adobe Flash Player not installed or older than 9.0.115!
Get Adobe Flash Player here
Egypt Unrest: Video of police killing teen protester, riots aftermath Courtesy Youtube
Berikut adalah rekaman peristiwa kerusuhan berdarah Mesir lainnya.
Adobe Flash Player not installed or older than 9.0.115!
Get Adobe Flash Player here
Adobe Flash Player not installed or older than 9.0.115!
Get Adobe Flash Player here
Friday, January 7, 2011

0
Dicemooh Band Banci, SM*SH Buktikan Mereka Macho

Kemunculan boyband SMASH atau SM*SH dibarengi dengan kontroversial karena dituduh plagiat. Namun band yang beranggotakan Bisma, Ilham, Dicky, Morgan, Rangga, Reza, dan Rafael ini malah bersyukur karena dengan begitu nama mereka malah semakin mencuat.
"Ya malah kita berterima kasih ya. Soalnya kan yang melihat kita jadi makin banyak. Salah satunya di Youtube. Jadi kita bisa di sini juga karena mereka," ujar Rangga ketika ditemui di Resto Sedap Alami, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat (5/1).
Namun mereka sempat terganggu juga dengan ulah pihak-pihak yang tidak menyukai mereka. Terutama dengan cemoohan sebagai band Banci. Namun mereka santai saja menghadapi semua itu, dan SM*SH bakal membuktikan jika mereka cukup macho.
"Ganggu sih pasti yah, tapi ya udah lah. Santai aja sih, kita buktiin aja bahwa kita macho kok," ujar Bisma secara positif menghadapi semua masalah tersebut.
"Emang sih imej boyband selama ini ya seperti itu, atau emang ada yang seperti itu, tapi ya kita buktikan aja," tambah Morgan.

0
Danau cantik dari Bencana

Tak lengkap rasanya jika Anda berkunjung ke Sumatera Utara tidak mampir sejenak ke Danau Toba, danau vulkanik yang merupakan danau terbesar di Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Pesona eksotisnya berupa hamparan danau luas laksana lautan dengan pepohonan rindang dan perbukitan yang menawan. Danau ini berukuran 1700 meter persegi dengan kedalaman kurang lebih 450 meter dan terletak 906 meter di atas permukaan laut, di tengah danau terdapat Pulau Samosir yang tak kalah menariknya menjadi objek kunjungan wisata. 

Photo credits - Arie Basuki/Tempo

Dalam kunjungannya pada 1996, Pangeran Bernard dari Belanda bahkan menyatakan kekagumannya pada panorama indah danau ini. “Juallah nama saya untuk danau ini. Saya tak dapat melukiskan betapa indahnya Danau Toba,” katanya antusias. 

Ada tujuh kabupaten di sekeliling danau, yakni Simalungun, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, dan Samosir yang memiliki panorama alam indah dan menjadi lokasi tujuan wisata. Umumnya wisatawan menikmati keelokan Danau Toba dari Parapat di Simalungun dan Tuktuk Siadong di Pulau Samosir. 

Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73 ribu-75 ribu tahun lalu dan merupakan letusan super volcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2.800 km³, dengan 800 km³ batuan ignimbrit dan 2.000 km³ abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama dua minggu. 


Photo credits - Agung Chandra/TempoDebu vulkanik yang ditiup angin telah menyebar ke separuh bumi, dari Cina sampai ke Afrika Selatan. Letusannya terjadi selama satu minggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut.

Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan, pada beberapa spesies, juga diikuti kepunahan. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia. Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es, walaupun para ahli masih memperdebatkannya.

Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir. Ketika menikmati keindahan danau ini, Anda mungkin tak membayangkan bahwa pesona yang terjadi berasal dari bencana dahsyat letusan gunung berapi yang mendatangkan ketakutan dan kengerian ketika itu.
Perjalanan darat ke Danau Toba, tepatnya ke Parapat, memakan waktu empat sampai lima jam dari Medan. Tersedia bus atau travel yang langsung menuju Parapat. Rutenya melewati Lubuk Pakam, Tebing Tinggi, dan belok ke arah Pematang Siantar. Sepanjang perjalanan, kita disuguhi panorama perkebunan kelapa sawit dan karet.

Apabila menggunakan kereta api, dari Medan pilih rute menuju Pematang Siantar. Dari sini perjalanan dilanjutkan menggunakan bus ke Parapat. Waktu tempuhnya satu jam.

Photo credits - Agung Chandra/Tempo

Untuk tempat menginap dan tinggal lebih lama menikmati keindahan Danau Toba, tersedia banyak hotel dan penginapan. Di Parapat, sedikitnya ada 900 kamar hotel berbagai jenis, mulai dari bintang empat hingga homestay, di Tuktuk juga tak berbeda. Baik di Parapat maupun Tuktuk, wisatawan dapat langsung menikmati danau dari pinggirannya. Tarif hotel di Tuktuk dan Parapat bervariasi, sesuai tipikal turis yang datang. Mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 500 ribu per malam tergantung tipe hotel.

Sebuah perusahaan travel bahkan menawarkan menikmati keindahan Danau Toba dari udara, yakni menggunakan paralayang. Setiap wisatawan diberi kesempatan terbang menggunakan paralayang dari kawasan pegunungan Tongging, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara. Bagi para wisatawan yang ingin mencoba paralayang akan ditemani seorang instruktur berpengalaman, namun tentunya penentuan bisa terbang atau tidak tergantung pada kondisi cuaca dan angin.

Tidak hanya itu, menikmati keindahan matahari terbit dan terbenam bisa Anda nikmati dari pesisir danau. Dari dataran tinggi Karo di sebelah utara, keelokan danau terlihat memanjang dipandang dari Sikodonkodon. Namun, hanya ada satu resor di sini. Di sisi barat, pemandangan danau dan Pulau Samosir dapat dengan sempurna disaksikan dari Tele. Ada gardu pandang di ketinggian sekitar 1.000 meter dari permukaan laut untuk menikmati senja di Danau Toba. 

0
PSSI: Naturalisasi Bukanlah Solusi

PSSI: Naturalisasi Bukanlah Solusi ...
Liputan6.com, Jakarta: Dunia sepakbola Indonesia terus membuka kesempatan bagi pemain asing untuk membela Indonesia, melalui mekanisme naturalisasi. Kendati demikian, PSSI mengakui bahwa naturalisasi bukanlah solusi untuk menghasilkan pemain sepakbola andal di masa depan. Naturalisasi, hanya salah satu cara untuk menggairahkan dunia sepakbola nasional masa kini.
Dunia sepakbola Jepang, mulai bergairah di pertengahan tahun 80-an. Hal ini antara lain disebabkan karena naturalisasi sejumlah pemain asing. Wagner Lopes dan Alessandro Dos Santos dari Brazil merupakan beberapa pemain naturalisasi yang sempat membela Jepang di Piala Dunia.
Indonesia pun tampaknya tertarik mengikuti jalur ini. Seleksi pemain naturalisasi Indonesia digelar, Jumat (7/1). Syarat calon, berprestasi menonjol di kancah internasional dan bersedia jadi warga negara Indonesia. Semua nama calon adalah pilihan pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl bersama Badan Tim Nasional (BTN).
"Naturalisasi hanya program jangka pendek saja. Pembinaan usia muda adalah solusi jangka panjang bagi persepakbolaan kita," ujar Ketua BTN Iman Arief seperti dilansir Liputan6 Petang.
Pengamat sepakbola Anton Sanjoyo pun mengungkapkan pendapat senada. "Walau (naturalisasi) tampak berjalan baik, Indonesia seharusnya memperbaiki sistem pembinaan atlet jangka panjang," kata Anton.
Sejumlah pemain asing hasil naturalisasi yang telah merumput di Tanah Air antara lain Christian Gonzales dan Irfan Bachdim, serta yang bakal menyusul Kim Jeffrey Kurniawan. Terakhir, warga Amerika Serikat keturunan Indonesia James Zaidan Saragih juga bertolak ke Tanah Air untuk mencoba peruntungannya. (CHR/Vin)
Wednesday, December 29, 2010

0
Media Malaysia: Laser Berawal di Senayan

Sinar laser juga muncul saat Indonesia menjamu Malaysia di penyisihan Grup A.

VIVAnews - Media Malaysia membantah suporter tuan rumah jadi pioner insiden sinar laser seperti saat menjamu Indonesia di final 1 Piala AFF di Stadion Bukit Jalil, Minggu 26 Desember 2010.
Insiden itu dianggap sebagai bentuk tindakan sportif dari suporter Malaysia. Hal serupa juga dikeluhkan kiper Vietnam di laga semifinal. Bantahan langsung dilontarkan My Metro.com.

Media itu menulis insiden sinar laser justru berawal saat Malaysia dijamu Indonesia di laga penyisihan Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Tulisan My Metro dikuatkan dengan foto kiper Malaysia, Mohammad Sharbinee Allawee Ramli yang juga terkena sinar laser dalam laga penyisihan grup.

Malaysia memang pernah bertemu dengan Indonesia di penyisihan Grup A Piala AFF 2010 di GBK. Saat itu, Malaysia tumbang dengan skor telak 5-1.

Bahkan, My Metro mengklaim sepanjang pertandingan, baik di babak pertama dan kedua sorotan sinar laser terus mengenai tim asuhan Rajagobal Khrisnasamy.

"Lalu timbul persoalan, wajarkah kalau hanya Malaysia yang mengawali penggunaan laser? Sedangkan di laga melawan Malaysia, Indonesia sudah 'mengajarkan' bagaimana menyalahgunakan alat itu," demikian tulis My Metro.
Atas insiden sinar laser ini, pihak Indonesia juga sudah melayangkan protes keras kepada AFF. Melalui Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), surat resmi sudah dilayangkan ke otoritas sepakbola ASEAN tersebut.
"Saya minta ini ditayangkan kembali proses pertandingan di sana. Memang tidak mempengaruhi hasil, tapi ini menjadi peringatan keras kepada Malaysia," kata Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid. (one)

Sunday, December 5, 2010

0
Regenerasi Pemain Muda Indonesia

Indonesia, Sekarang Atau Tidak Sama Sekali

VIVAnews - Tim nasional Indonesia malam nanti akan menjajal kekuatan Laos di ajang penyisihan Grup A Piala ASEAN Football Federation (AFF) 2010, Sabtu 4 November 2010. Pertandingan yang akan dimulai pukul 19.30 WIB ini ditunggu-tunggu oleh pecinta sepakbola nasional.
Harapan masyarakat Indonesia sedang tinggi, setelah muncul pemain-pemain baru, termasuk pemain naturalisasi. Selain itu, ekspektasi pecinta sepakbola Tanah Air besar setelah laga perdana Piala AFF 2010, timnas  berhasil menghempaskan Malaysia 5-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu 1 Desember 2010.
Di bawah arahan pelatih asal Austria, Alfred Riedl, timnas mampu menyuguhkan permainan menarik. Hal ini  menggugah kembali euforia yang sempat terbit di Piala Asia 2007. Saat itu, 90.000 penonton memadati stadion kebanggaan tanah air itu untuk mendukung Tim Merah Putih.

Penonton pada laga Indonesia vs Malaysia hanya sekitar 30.000. Tapi, mereka terdengar sangat bergemuruh dan terus memberikan dukungan. Semakin bergemuruh di tengah 'hujan' lima gol ke gawang Malaysia. Euforia dan ekspektasi baru menyertai langkah Tim Merah Putih.
Di ajang sepakbola tertinggi di kawasan ASEAN ini, prestasi Indonesia belum pernah juara. Prestasi tertinggi tiga kali menjadi finalis. Indonesia kalah dengan Thailand dan Singapura yang telah tiga kali menjadi juara. Terakhir, Vietnam menyodok dengan menjadi juara pada Piala AFF 2008. Indonesia pada laga dua tahun lalu hanya menjadi peringkat 4.

Regenerasi & Naturalisasi
Kini, Indonesia punya Alfred Riedl. Pria asal negeri komposer hebat Wolfgang Amadeus Mozart ini menjadi tumpuan untuk meracik strategi yang tepat bagi pasukan Merah Putih. ada yang  unik dari Riedl, yakni keengganannya untuk memuji kelebihan atau mencemooh para pemainnya.

“Kelebihan dan kekurangan pemain milik tim. Saya tak mau mengomentari satu pemain yang bermain bagus atau pemain lain yang tampil jelek,” kata Riedl.

Tampaknya, Riedl coba melindungi pemain dan membuat solid pasukannya. Pelatih 61 tahun ini juga punya agenda besar untuk tim yang diasuhnya.

Riedl merancang regenerasi di timnas dengan memainkan banyak pemain muda. Pemain berstatus 'kawakan' yang menjadi starter Riedl saat itu hanya kiper Markus Horison, Maman Abdurachman, Firman Utina dan Muhamad Ridwan.

Lebih dari setengah pemain timnas diisi muka-muka baru. Striker beken Bambang Pamungkas pencatat rekor gol terbanyak di timnas pun harus menerima status sebagai pemain cadangan. Muka-muka baru macam playmaker Ahmad Bustomi, bek dan sayap lincah Zulkifli Syukur serta Oktovianus Maniani benar-benar menyegarkan penampilan timnas.

Regenerasi ala Riedl didukung oleh usaha PSSI dan pemerintah melakukan naturalisasi. Langkah ini banyak dilakukan negara-negara lain. Di kawasan ASEAN, Singapura telah melakukannya kepada banyak pemain asal Eropa dan Afrika.
Indonesia memberikan paspor kepada Christian 'El Loco' Gonzales sejak 1 November 2010. El Loco telah lima tahun lebih bermukim, dan bermain di Indonesia serta berprestasi sangat bagus. Pemain asal Uruguay ini juga beristri orang Indonesia.

Meski tak muda lagi, 34 tahun, El Loco menyambut paspor Indonesianya dengan penampilan tak mengecewakan. Satu gol melawan Malaysia bukti pertanggungjawabannya kepada paspor hijau yang telah ditunggu bersama istrinya, Eva sejak lama.

Satu lagi terobosan Riedl yakni menduetkan El Loco dengan pemain keturunan Belanda, Irfan Haarys Bachdim. Irfan juga mencetak gol perdana bagi Indonesia dalam debutnya. Sejak saat itu, nama pemain 22 tahun kelahiran Amsterdam ini melambung.

Irfan yang pernah ditolak Persija Jakarta dan Persib Bandung itu kini menjelma menjadi bintang baru. Irfan pun masih menyikapinya dengan santun. “Gol saya tak lebih berarti dibanding kemenangan timnas,” katanya.

Penampilan Irfan yang tak kenal lelah di laga itu menjadi tandem bagi El Loco. Tampaknya, Riedl memilih kombinasi El Loco-Irfan dengan perhitungan matang. El Loco yang bertipe finisher sangat cocok dipasangkan dengan striker tipe pekerja macam Irfan. Satu lagi, kombinasi keduanya yang relatif baru, belum diantisipasi rival-rival Indonesia di ajang Piala AFF.
Ketika pemain muka-muka baru belum terdeteksi kemampuannya oleh para rival. Ketika ‘darah segar’ El Loco-Irfan Bachdim belum dikenali oleh musuh. Inilah saat terbaik mencetak prestasi dengan dukungan berlimpah publik saat Indonesia menjadi tuan rumah. Atau, tidak sama sekali.

0
Tiga Orang Terkaya Termuda

Tiga Termuda di Daftar Terkaya


Siapa saja orang-orang muda di daftar 40 terkaya majalah Forbes Indonesia? Ada dua orang yang masih berusia 30-an tahun, dan seorang berusia 41 tahun.
Sandiaga Uno - TempoDi posisi 20 ada Ciliandra Fangiono, 34 tahun, dengan kekayaan sebesar USD 1,1 miliar. Dia mengepalai First Resources yang mengelola 100 ribu hektar lahan minyak kelapa sawit di Sumatra dan Kalimantan. Bersama sejumlah saudaranya, Ciliandra menguasai 85 persen saham perusahaan itu. First Resources didirikan Martias, ayah Ciliandra, yang sejak 2003 tak banyak melibatkan diri di perusahaan itu.
Agus Lasmono Sudwikatmono, 39 tahun, memiliki kekayaan sebesar USD 845 juta. Dia adalah wakil presiden komisaris di Indika Energy, penambang batu bara. Agus adalah putra eksekutif papan atas dari grup Salim, Sudwikatmono--sepupu mantan presiden Soeharto.
Lalu ada Sandiaga Uno, 41 tahun. Ia tercatat berkekayaan USD 795 juta, hampir dua kali lipat tahun sebelumnya yang USD 400 juta. Ia ikut mendirikan Saratoga Capital bersama Edwin Soeryadjaya (di posisi 13 terkaya) pada 1998. Ia juga turut mengangkat Adaro Energy ke salah satu perusahaan penambang batu bara kedua terbesar di Indonesia. Tahun ini, ia sempat mencalonkan diri menjadi kepala Kamar Dagang Indonesia, tapi gagal.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Powered by Blogger.

Entri Populer

Search

 
News | © 2010 by DheTemplate.com | Supported by Promotions And Coupons Shopping & WordPress Theme 2 Blog