Jakarta (ANTARA News) - Guru Besar sekaligus Psikolog Universitas Indonesia Prof Dr M Enoch Markum menilai beredarnya buku tentang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di sejumlah Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, bermanfaat besar bagi perkembangan kejiwaan siswa di usia pembentukan karakter.
"Menurut saya manfaatnya banyak, bahkan perlu diperbanyak dan dijadikan koleksi di perpustakaan. Anak-anak di usia itu membutuhkan seorang figur panutan karena akan melekat di benak mereka sosok tokoh yang akan menjadi tauladan yang harus ditiru," katanya di Jakarta, Selasa.
Dari tinjauan psikologi, kata Enoch, dengan adanya buku SBY yang menjadi bacaan, siswa sekolah akan melakukan proses identifikasi yang akan direkamnya pada alam bawah sadar dan akan muncul kembali saat siswa sudah mulai menginjak pada proses pencarian jati diri.
"Bisa jadi identifikasi itu muncul dan menuntut mereka sehingga menjadi orang yang diidentifikasinya," katanya.
Jika buku itu menuai kontroversi, menurutnya, tidak lain karena ada lawan politik SBY yang menggunakan buku itu sebagai "peluru" untuk menyerangnya.
"Bagi lawan politiknya ini jelas amunisi, sedangkan bagi anak-anak dia bisa jadi seorang tauladan yang harus ditiru," kata profesor berusia 69 tahun itu.
Meski demikian, Enoch meminta sebaiknya jangan hanya profil tentang SBY yang dijadikan bahan bacaan di sekolah, namun juga semua tokoh Indonesia dari semua lapisan dan disiplin ilmu, termasuk seniman dan tokoh agama.
Menurutnya, hal itu penting karena anak-anak nanti akan mengagumi tokoh sesuai nalurinya.
"Misalnya kalau ada yang ingin jadi tentara, anak-anak akan suka membaca biografi tentang Jenderal Besar Sudirman," katanya.
Enoch mengungkapkan, tidak sedikit orang-orang yang menjadi tokoh besar memiliki tokoh idola di masa kecilnya. Enoch menyebut contoh sosok Mike Tyson, bekas juara dunia tinju yang semasa kecil sangat mengidolakan petinju besar Muhammad Ali.
"Buktinya saat ini hampir seluruh dunia kenal siapa Tyson, terlepas pribadinya yang kontroversi,” kata pria yang mendapatkan gelar doktor di Fakultas Psikologi UI pada 12 Desember 1998 tersebut.
Berdasar pengalamannya saat kuliah di University of Queensland, Australia, setiap atlet yang mendapatkan medali emas di Olimpiade diwajibkan untuk melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah.
"Mereka diwajibkan untuk bercerita tentang pengalamannya dan apa yang dilakukan sehingga bisa meraih medali itu," katanya.
Seperti diberitakan, Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh menegaskan tak akan menarik 10 buku seri SBY yang beredar karena pengadaan buku pengayaan siswa tersebut sudah sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku.
Thursday, February 3, 2011
Pakar: Buku SBY Bermanfaat bagi Siswa
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "
Powered by Blogger.
Entri Populer
-
Sepekan Banjir Thailand, 122 Orang Tewas VIVAnews - Banjir bandang yang menimpa Thailand bagian utara telah menewaskan sedikitnya 122 ora...
-
Berita Merapi Terkini Berita Merapi Terkini - Inilah berita Merapi terkini yang didapatkan blog Karo Cyber dari sumber situs internet. D...
-
Ditemukan Patung Firaun Berusia 3.400 Tahun KAIRO - Arkeolog Mesir menemukan bagian patung dari Firaun Amenhotep III yang telah berusia 3....
-
Qantas Mendarat Darurat Lagi di Singapura Sehari sebelumnya, pesawat airbus A380 Qantas yang membawa 433 penumpang rusak VIVAnews - Dua h...
-
Indonesia, Sekarang Atau Tidak Sama Sekali VIVAnews - Tim nasional Indone...
-
Jamwas: Cirus Kaburkan Pasal yang Dipakai untuk Jerat Gayus Tambunan Jakarta - Cirus Sinaga kini tengah dibidik terkait bocornya rencana ...
-
Liputan6.com, Jakarta: Dunia sepakbola Indonesia terus membuka kesempatan bagi pemain asing untuk membela Indonesia, melalui mekanisme natur...
-
Tak lengkap rasanya jika Anda berkunjung ke Sumatera Utara tidak mampir sejenak ke Danau Toba, danau vulkanik yang merupakan danau terbesar ...
-
Kaka Siap Tinggalkan Madrid MADRID - Kabar terbaru datang dari Ricardo Kaka. Playmaker Real Madrid asal Brasil ini kabarnya siap meningg...
0 comments:
Post a Comment