Ads 468x60px

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google
Sunday, November 28, 2010

0
N Korea issues warning ahead of US-S Korean exercises

N Korea issues warning ahead of US-S Korean exercises


Seoul: North Korea warned of "unpredictable consequences" if the United States and South Korea go ahead with naval exercises in the Yellow Sea, days after launching a deadly attack on the South.

The USS George Washington aircraft carrier and its battle group were planning four days of exercises with South Korea from Sunday as a show of force after Pyongyang stunned the world with its artillery strike.

The planned drill has also heightened tensions between Washington and Beijing, which regards the Yellow Sea as its own ancestral waters and has refrained from condemning its communist ally Pyongyang over Tuesday's attack.

Washington has stressed that the manoeuvre is "defensive in nature", was planned before North Korea's attack, and is not aimed against China.

But North Korea's official KCNA news agency issued an ominous warning: "If the US brings its carrier to the West Sea of Korea (Yellow Sea) at last, no one can predict the ensuing consequences."

Tuesday's attack -- the first shelling of civilians since the 1950-53 Korean war, which Pyongyang says was provoked by a South Korean military exercise -- has plunged the peninsula into its worst crisis in decades.

China's state councillor Dai Bingguo, the country's top foreign policymaker, travelled to Seoul on Saturday and held talks on the situation with South Korean Foreign Minister Kim Sung-hwan, Beijing's official news agency Xinhua reported.

Chinese Foreign Minister Yang Jiechi also held phone talks today with his Japanese and Russian counterparts.

The government of South Korean President Lee Myung-bak has come under intense pressure from the opposition, newspapers and veterans' groups to take a tougher line against the regime of Kim Jong-Il.

General Yoo Nak-Joon, the commander of South Korea's Marine Corps, grimly pledged to "repay North Korea a hundred- and thousand-fold" for the deaths of two marines, at their funeral ceremony televised nationwide.

"We'll engrave this outrage deep into our bones," he said.

Hundreds of mourners including the prime minister, marines and weeping relatives paid their last respects to Sergeant Suh Jung-Woo, 22, and Private Moon Kwang-Wook, 20, who died Tuesday along with two civilians.

They filed past their portraits to lay flowers and light incense at an altar decorated with white chrysanthemums, before three rifle shots echoed for their final salute and their bodies were buried at a national cemetery. 

0
Next Generation Michael Jackson KINGSLEY TAHAPARI DANCING IN THE RAIN







Jangan pernah meremehkan pengaruh idola bagi kehidupan seseorang. Terutama bila sosok idola tersebut mampu membangkitkan talenta dalam diri yang mengidolakan. Itulah yang dialami oleh Kingsley Tahapary yang kerap dipanggil King, dengan idolanya, Michael Jackson.

Talenta yang dimiliki King adalah bukti betapa cerdas dan pandainya ia dalam menyerap gerakan tarian sang mega bintang.

"Pokoknya, Michael Jackson itu keren abis, deh!" ujarnya ketika ditanya soal sang idola.

"Papa dan mama bilang, kalo King mau belajar dance, ya belajar sama yang jago sekalian," ujarnya menceritakan pertemuan pertamanya dengan video Michael Jackson. Tak disangka, King kecil mampu membawakan semua gerakan  breakdance, popping, dan moonwalking. Padahal, ia hanya menirunya lewat video!

Tampil sebagai finalis, King sendiri yang  menyiapkan konsep. Tidak kurang dari empat penari (3 di antaranya adalah rekan dancer Bogie Papeda), diajaknya untuk tampil bersama.

"Saya sendiri juga baru tahu bahwa ia punya konsep seperti itu," ujar ayahnya, Papa Steven. Hal ini menunjukan bahwa talenta King bukanlah hanya meniru belaka, tapi juga mampu tampil dengan kreasi sendiri. Susah nggak, King?

"Susah juga, untuk gerakan kaki saja aku belajarnya berhari-hari," ujarnya. Untuk soal latihan, pemilik rambut keriting ini tidak segan-segan mengulangi gerakan sampai apa yang diinginkan tercapai.

Tampil diiringi 4 penari, King tampil percaya diri. Latihan keras yang dlakukan menghasilkan keserasian gerak dan gaya. Dan itu dilakukan oleh bocah berumur 8 tahun! Aksinya langsung dibalas oleh tepukan tangan riuh dari penonton Studio 5 Indosiar.

Tampil di malam berikutnya, King sudah menyiapkan kejutan. Kejutan apa? Ternyata, tarian King dilakukan di bawah guyuran hujan. Melihat totalitas seperti ini, siapa yang masih meragukan talenta King?

"Aku mau tampil beda saja," ujarnya sambil gemetaran ditutupi handuk, ketika ditanya mengapa menggunakan ide menari di bawah hujan. Masuk dalam pilihan juri, langkah sang dancer cilik ini harus terhenti. Air mata King tumpah. Penonton yang menyaksikan pun ikut terharu.

Tapi bukan King namanya kalau larut dalam kesedihan. Sekejap saja, ia sudah menebar senyum manisnya kemana-mana. Menjawab semua sapaan penggemar bahkan memberi selamat kepada yang lolos ke babak berikutnya. Tidak ada rasa sesal sedikit pun.

"Pokoknya aku mau dance terus," ujar bocah cilik ini sambil memegang tangan sang mama, Grace. Bagi Indonesia, King adalah gambaran anak Indonesia yang memiliki talenta. Talenta yang harus dilatih dan dikembangkan. Bisakah Indonesia mengembangkannya?

0
Ketua KPK Diminta Lebih "Kejam" Perangi Korupsi

Ketua KPK Diminta Lebih "Kejam" Perangi Korupsi



Cibinong (ANTARA)- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas diminta lebih "kejam" dan "garang" dalam memberantas praktik kejahatan korupsi di penjuru tanah air.
Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bogor Ade Sarmili, di Bogor, Minggu menegaskan, terpilihnya Musyro Muqoddas sebagai ketua KPK diharapkan membawa pengaruh besar terhadap upaya nasional memerangi korupsi.
Busyro Muqoddas pada Kamis, 25 November lalu terpilih sebagai ketua KPK. Ia akan memimpin KPK hingga Desember 2011.
"Busyro Muqoddas diharapkan dapat meningkatkan kinerja KPK dalam memerangi praktik kejahatan korupsi di Indonesia," ujar Ade Sarmili.
Menurut dia, perang melawan korupsi tidak dapat dilakukan dengan setengah hati, namun harus dengan sekuat tenaga dan mengerahkan semua energi yang dimiliki.
Perang terhadap korupsi harus dilakukan dengan "kejam" dan "sadis" agar para koruptor menyadari apa yang telah dilakukannya sebagai kejahatan besar yang amat merugikan bangsa dan negara.
Sekretaris Gerakan Pemuda Ansor Kota Bogor, Rachmat Imron Hidayat mengemukakan, Busyro Muqoddas harus bekerja ekstra keras memerangi korupsi.
"Perang melawan korupsi harus dilakukan dengan ekstra keras, bila tidak maka para koruptor akan melakukan serangan balik yang sangat membahayakan bagi upaya pemberantasan korupsi," tegas Rachmat.
Asep Burhanuddin, praktisi hukum yang juga pimpinan Pesantren Modern Gaza, Tanahsareal, Kota Bogor menambahkan, perang melawan kejahatan korupsi tidak bisa hanya dilakukan KPK sendiri dengan cara seperti apapun.
KPK, lanjut Asep, membutuhkan dukungan dan kerjasama dengan berbagai pihak, sehingga genderung perang melawan korupsi menjadi lebih "nyaring" dan upaya yang dilakukan dapat membuahkan hasil lebih optimal.
"Perang melawan korupsi harus dilakukan secara bersama-sama, agar para koruptor menyadari apa yang mereka lakukan sebagai kejahatan besar dan mereka tidak mendapatkan tempat di tengah masyarakat," demikian Asep Burhanuddin.

0
Sasando alat musik tradisional asli Indonesia


Sasando memang alat musik tradisional. Tepatnya berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Namun bukan berarti sasando tak bisa dipakai untuk membawakan lagu modern. Buktinya, Djitron Pah berhasil membawakan dua lagu masa kini di panggung semifinal IGT dengan sangat sempurna. Menggunakan sasando.

Lagu pertama adalah If I Ain't Got You milik Alicia Keys. Kalau biasanya lagu ini dibawakan dengan iringan piano, kali ini kita akan mendengarkan versi instrumentalnya dengan petikan sasando milik Djitron Pah. Setelah itu, Djitron berdiri, mengganti sasandonya, dan membawakan lagu yang enerjik yaitu Disco Lazy Time milik Nidji. Lengkap dengan tarian dan gerakan atraktif di sela-sela memetik sasando.

Tuh, kan? Siapa bilang alat musik tradisional ketinggalan zaman?

0
WNI Terancam Hukuman Mati di Singapura

WNI Terancam Hukuman Mati di Singapura



Kepolisian Singapura menangkap seorang warga negara Indonesia terkait kematian seorang gadis cacat. Menurut polisi Singapura, Nurhayati, pembantu rumah tangga berumur 24 tahun itu akan dijerat dengan pasal pembunuhan, yang ancamannya adalah hukuman mati.
Jumat (26/11), Nurhayati tampak terkaget ketika tuduhan itu dibacakan kepadanya di pengadilan setempat. Ia didampingi pengacara Mohamed Muzammil Mohamed. Sejumlah petugas dari Kedutaan Besar Indonesia juga hadir di sidang yang dijadwalkan dilanjutkan pada 3 Desember nanti.
Linda Lee, 12 tahun, ditemukan tewas pada Rabu (24/11) pagi di sebuah flat di Hougang Street 51. Ia dinyatakan tewas 15 menit setelahnya. Tubuhnya, berbalut piama merah muda, ditemukan tak jauh dari area tempat sampah. Tempat itu jaraknya sekitar 20 meter dari lokasi bila Linda ternyata jatuh dari unitnya.
Cipratan darah juga membekas di dinding yang membentang dari lantai kedua. Belum jelas dari lantai mana Linda jatuh. Blok itu berlantai 17.
Sudah tujuh tahun ini, Linda dan orang tuanya tinggal dengan kakek dan nenek dari pihak ibunya, di lantai empat rumah susun itu. Bulan lalu, mereka menyewa Nurhayati sebagai pembantu rumah tangga baru, menggantikan pembantu rumah tangga sebelumnya yang sudah bekerja pada mereka selama beberapa tahun.
Kedua kaki Linda tak sepenuhnya berfungsi. Dia baru bisa berdiri dan berjalan tiga tahun lalu. Itu pun harus dipengangi, dan tak bisa melangkah dengan kecepatan normal. Linda disekolahkan di sekolah khusus, sebab ia hanya bisa mengucap sejumlah kata sederhana.
Sejumlah tetangga, kepada The Straits Times, mengatakan, pembantu baru itu bertubuh kecil dan kurus. Lim Koh Seng, seorang ibu rumah tangga, mengaku melihat tersangka itu duduk terdiam di bangku dekat pintu. "Banyak polisi di rumah itu, tapi wajahnya tampak biasa saja. Tak ada ekspresi," kata Lim. Dia juga mengaku diberitahu kakek Linda bahwa Nurhayati mendorong cucunya.
Keluarga korban tak memberi banyak komentar. Para tetangga mengatakan, keluarga itu tampak normal saja. Terkadang mereka keluar makan malam, juga membawa Nurhayati.
Belum ada pernyataan mengenai dugaan motif hingga cara sehingga Nurhayati dijerat pembunuhan. Identitasnya juga tak diungkap.

0
Polri Sita Rumah Gayus di Kelapa Gading

Polri Sita Rumah Gayus di Kelapa Gading

Polri Sita Rumah Gayus di Kelapa Gading ...Jakarta (ANTARA) - Mabes Polri menyatakan telah menyita harta benda milik terdakwa Gayus HP Tambunan, di antaranya rumah di Kelapa Gading, uang dan mobil.

"Polri sudah melakukan penyitaan terhadap harta benda yang diakui Gayus di antaranya mobil, uang dan rumah di Kelapa Gading," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Pol Iskandar Hasan di Jakarta, Kamis.

Penyitaan rumah dilakukan sejak bulan lalu, di mana surat-surat rumah yang disita, tapi penghuninya masih tetap menempati, ujarnya.

"Sementara uang sejumlah Rp74 miliar yang ada di rekening milik Gayus dan belum tahu asal-usulnya, sudah dilakukan penyitaan resmi dari penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan dititipkan di Bank Mandiri, yang juga akan dibeberkan pada saat gelar perkara," kata Iskandar.

Kadiv Humas menambahkan bahwa Polri rencananya minggu depan akan melakukan gelar perkara kasus dengan terdakwa mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak tersebut.

Polri rencananya pada gelar perkara kasus Gayus akan menyampaikan apa saja hambatan-hambatan dalam penyidikan selama ini, ujarnya.

"Pada gelar perkara, KPK, Satgas Pemberantasan Mafia Hukum diundang, pejabat internal, semuanya diundang yaitu Propam, Irwasum, semua diundang," kata Iskandar.

Perkara kasus Gayus yang digelar di antaranya mafia pajak, mafia hukum dan suap, kata Kadiv Humas.

Gayus terakhir tersandung kasup suap kepada sembilan anggota Polri yakni Briptu Anggoco Duto, Briptu Bambang S, Briptu Datu A, Briptu Budi Hayanto, Bripda Edi S, Bripda J Protes, Bripda Susilo, Bripda Bagus dan Kepala Rutan Kompol Iwan Siswanto.

Kesembilan orang anggota yang terperiksa secara struktur berada di bawah Satuan Pengamanan Protokol (Satpamkol) Satuan Pelayanan Markas (Satyanma) Mabes Polri.

Gayus yang keluar Rutan Brimob pada Jumat pagi (5/11), seharusnya balik kembali pada sore harinya, tapi sampai malam belum kembali.

Gayus sempat pulang ke rumahnya di Kelapa Gading, kemudian dijemput oleh anggota Polri dan dibawa ke Rutan Mako Brimob kembali.
Friday, November 26, 2010

0
Jamwas: Cirus Kaburkan Pasal yang Dipakai untuk Jerat Gayus Tambunan

Jamwas: Cirus Kaburkan Pasal yang Dipakai untuk Jerat Gayus Tambunan

Jakarta - Cirus Sinaga kini tengah dibidik terkait bocornya rencana tuntutan Gayus Tambunan terkait kasus penggelapan yang dahulu pernah disidang di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang. Cirus dinilai Jamwas Marwan Effendy melakukan kesalahan yang disengaja, antara lain tidak mencantumkan pasal korupsi.

"Konkritnya ini mengaburkan, makanya bebas itu. Karena pengadilan enggak bisa apa-apa. Ini kasus korupsi, dan 372 KUHP itu hanya untuk masyarakat biasa misal Mbak (wartawati) mencuri HP saya terus digelapkan, nah itu baru benar dibilang 372. Tapi karena dia (Gayus) PNS dan yang dikorupsi itukan uang pemerintah, kenanya korupsi dong," jelas Marwan di Kejagung, Jl Sultan Hasanudin, Jaksel, Jumat (26/11/2010).

Dia menilai memang ada niat tidak baik dari Cirus. Seharusnya, kalau ada perkara yang dibilang pasalnya korupsi dan ada pasal pidana umum makanya seharusnya pihak pidana umum berkoordinasi dulu.

"Tahapan yang kedua ada di pidana khusus karena itu korupsi, yang di atas itu kan hanya melapis. Jadi dalam kasus yang itu, yang di Tangerang harusnya diserahkan ke sana (Pidsus) dan pasal 372 itu tidak tepat. Harusnya pasal 8 karena status gayus PNS yang menggelapkan uang. Jadi tidak ada sama sekali Pidumnya itu. Jadi waktu saya lihat kemarin di TV (kesaksian Cirus) ada kekeliruan besar pada saat penelitiannya itu," urainya.

Marwan menambahkan, sesudah kasus diteliti seharusnya diserahkan ke Pidsus, dengan nota dinas. Kemudian, Jampidum yang menyerahkan atau Dirtutnya, kepada Dirtut Pidsus.

"Saya tidak tahu apakah Jampidum tahu atau tidak, dilaporkan atau tidak. Karena tidak semua perkara dilaporkan ke Jampidum, itu tingkat Dirtutnya. Harusnya Dir Pra Penuntutan ambil inisiatif melaporkan pada Jampidum untuk menyerahkan Pidsus," terangnya.

Kalau ada perkara-perkara yang berkaitan dengan masalah perbankan Pajak, bisa ditelusuri ada atau tidak indikasi korupsinya. "Kalau ada diserahkan ke Pidsus, sama seperti kasus Century, kenapa Rafat dan Hesyam dikorupsikan sedangkan Robert tidak," ungkapnya.

Marwan yakin, andaikan didakwakan korupsi oleh jaksa Kejari Tangerang saat kasus Gayus itu bergulir, tentu mantan pegawai Pajak itu tidak akan lolos.

"Kalau dia (Cirus) mau menambahkan pasal, melapis pasal yang ada, itu harusnya bukan 372. Harusnya pasal lain, pasal yang UU korupsi juga. Nah si Gayus inikan PNS. Salah bukan pasal Pidum karena dia menerapkan pasal Pidum, yang tadinya korupsi dan money laundering maka terjadi pengkaburan berkas perkara," tegasnya.

Bagaiamana dengan pernyataan Cirus yang mengaku tidak tahu jadi JPU? "Cirus itu dia jaksa peneliti, tapi dia juga masuk jadi JPU. Ah masa dia nggak tahu. Kalau dia tidak tahu kenapa dia bisa memerintahkan si Fadil (rekan Cirus, Fadil Regan) dengan alasan untuk melaporkan itu dan mengambil petunjuk rentut yang asli, sehingga oleh pegawai di Pidum dikirimkan itu ke Kejari Jaksel. Kenapa nggak di Kejati," terangnya.

Cirus juga akan kembali diperiksa kalau nanti kasus di kepolisian telah lengkap berkasnya. "Kita nanti periksanya setelah kasus perkaranya jadi. Enggak perlu pemeriksaan lagi, kalau berkas dia nyatakan lengkap hingga proses selanjutnya," tutupnya.
(ndr/fay)

0
Gunung Bromo Meletus, Tinggi Semburan Material Vulkanik 1.000 Meter

Gunung Bromo Meletus, Tinggi Semburan Material Vulkanik 1.000 Meter

Probolinggo - Ketinggian material vulkanik yang disemburkan Gunung Bromo mencapai 1000 meter. Sebelum meletus (letusan minor) pukul 17.22 Wib, diawali 50 gempa vulkanik dangkal.

"Sudah 1.000 meter ketinggian semburan ke arah barat daya (Malang dan sekitarnya). Pukul 17.22 wib terjadi letusan kecil," kata seorang anggota tim Pos Pengamatan Gunung Api Gunung Bromo di Cemorolawang, Desa Ngadisari, Probolinggo, Mulyono, saat dihubungi detiksurabaya.com, Jumat Pukul 18.30 Wib, (26/11/2010).

Selama 12 jam terakhir tercatat gunung eksotik di Jawa Timur ini mengalami gempa vulkanik dangkal sebanyak 50 kali dengan amplitudo 6-36 milimeter.

Dari data seismik, gunung yang mempunyai ketinggian 2.392 meter dpl ini terpantau sejak pukul 00.00-12.00 WIB mengalami 50 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 6-36 mm. Sedangkan gempa tremor secara terus menerus dengan amplitudo 1,5-5 mm.

Menurut Mulyono, data seismik hari ini mengalami peningkatan dibandingkan Kamis (25/11/2010), Bromo selama 24 jam mengalami gempa vulkanik dangkal sebanyak 52 kali. (gik/gik)

0
Korea Utara dan Korea Selatan perang kembali

Korea Utara dan Korea Selatan Perang di Perbatasan
Selasa, 23 November 2010 | 14:39 WIB
Besar Kecil Normal
foto

Asap mengepul dari pulau Yeonpyeong dekat perbatasan dengan Korea Utara. AP/Yonhap

TEMPO Interaktif, Seoul -Korea Utara melepas tembakan roket ke perbatasan, dan langsung mendapat balasan dari Korea Selatan. Demikian dilaporkan kantor berita Inggris BBC, Selasa (23/11) pukul 14 Waktu Indonesia Barat.

Puluhan roket mendarat di Yeonpyeong, sebuah pulau wilayah Korea Selatan, yang berada di sisi barat perbatasan perairan negara satu induk tersebut. Akibatnya, asap terlihat mengepul di berbagai tempat dan sedikitnya empat prajurit terluka. Pemerintah Korea Selatan menetapkan "status paling awas di luar masa perang."

Koresponden BBC di Korea Selatan mengatakan insiden ini merupakan yang terburuk sejak Perang Korea 1950-an. Kantor berita Reuters melaporkan pemimpin tertinggi Korea Selatan mengadakan pertemuan di sebuah bunker di ibu kota Seoul.

Insiden ini hanya berselang hari sejak Pyongyang terendus mengembangkan reaktor uranium modern, yang bisa dikembangkan jadi senjata nuklir.

"Korea Utara melakukan provokasi dengan tembakan ilegal pukul 14.34 (sekitar pukul 12.34 WIB)," ujar juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Selatan Won Tae-jae. Mereka langsung mengerahkan pesawat jet ke pulau tersebut.

Sejak berakhirnya Perang Korea pada 1953, dua negara tetangga ini kerap bentrok. Hingga kini, keduanya tidak pernah menandatangani pakta perdamaian pasca perang.

0
Audio Push - Teach Me How To Jerk

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Powered by Blogger.

Entri Populer

Search

 
News | © 2010 by DheTemplate.com | Supported by Promotions And Coupons Shopping & WordPress Theme 2 Blog